-
24
JulSTRESS?
Sejak seminggu lalu mendadak badan saya dipenuhi oleh bintik-bintik merah. Kadang gatal dan kadang tidak. Akhirnya saya memutuskan ke dokter kulit, dan dokter mengatakan saya stress dan kurang istirahat serta banyak pikiran. Mama saya memandang ragu pada saya, sebab dilihatnya saya seperti manusia yang tak punya masalah. Berulang kali mama mencoba mengubah pendapat dokter dengan bertanya,”Apa bukan karena pola makannya, dok?” — berhubung tubuh saya termasuk sangat di atas rata-rata berat normal. Tapi sang dokter (terberkatilah anda dan tempat praktek anda dokter :*) berulang kali pula mengatakan bahwa makanan merupakan problem ke-10 atau ke-12 dalam hal seperti ini. Kami pulang, dan di mobil pun mama tetap tak yakin dengan pendapat dokter itu.
Seminggu kemudian, masih dengan sekujur tubuh penuh bintik merah—bahkan bertambah banyak, saya dan mama pergi mengunjungi keluarga kami yang sedang sakit—yang kebetulan seorang dokter, opa. Berbincang sejenak, opa langsung memperhatikan tangan saya yang dipenuhi bintik-bintik merah. Hal yang pertama terlontar adalah,”Kamu stress ya, ndah?” …….dan mama memandang saya dengan tatapan yang aneh. Dokter kedua yang mengatakan bintik ini timbul akibat stress. Mama masih tak percaya. Sebenarnya saya juga tak percaya. Saya termasuk orang yang optimis dalam menjalani hidup. Kenapa bisa didiagnosa stress?
Opa lalu berkata, mental illness seringkali tak disadari oleh yang mengidapnya. Tak ada seorang psikopat yang sadar dirinya psikopat, bukan? … Hellooo, opa. Kok jadi nyambung ke psikopat??? ƪ(‾ε‾”)ʃ.
Red spots, go away from my life! ;___;
